" SIKAP "

Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar

Akan pengaruh sikap dalam kehidupan



Sikap lebih penting daripada ilmu,

daripada uang, daripada kesempatan,

daripada kegagalan, daripada keberhasilan,

daripada apapun yang mungkin dikatakan

atau dilakukan seseorang



Sikap lebih penting

daripada penampilan, karunia, atau keahlian

Hal yang paling menakjubkan adalah

Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan

sikap yang kita miliki pada hari itu



Kita tidak dapat mengubah masa lalu

Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang

Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi



Satu hal yang dapat kita ubah

adalah satu hal yang dapat kita kontrol,

dan itu adalah sikap kita



Saya semakin yakin bahwa hidup adalah

10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,

dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya

"saya bersamamu, sayangku"

Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yg saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebutberumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. Diaterlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari.Istrinya, karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut.


Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebutadalah obat yg keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja.Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya.


Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata.


PERTANYAAN :1. Apa 3 kata itu ?2. Apa makna cerita ini ?


JAWABAN :


Sang Suami hanya mengatakan "SAYA BERSAMAMU SAYANG" Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Sianak sudah meninggal, tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya men-cari² kesalahan pada sang istri. lagipula seandainya dia menyempatkanuntuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi.


Tidak ada yg perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yg si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yg diberikan suaminya sekarang. Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikitpermasalahan di dunia ini."Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil"


MORAL CERITACerita ini layak untuk dibaca. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan org lain atau siapa yg salah dalam sebuah hubungan ataudalam pekerjaan atau dengan org yg kita kenal. Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia.


Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutanmu. Kamuakan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan

~ MENCINTAI YANG TIDAK SEMPURNA DENGAN CARA YANG SEMPURNA ~

Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.


Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan,


Itu kesempatan.


Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut,


Bahkan dengan segala kekurangannya…..


Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walau apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.Bahkan ketika Kamu menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.Perasaan Cinta, Simpatik, Tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.


Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.


Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa,Ada suatu kutipan dari Film yang mungkin sangat tepat :"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuatsemuanya berhasil .Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkinada seseorang. Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu"Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.



TAHUN BARU 2011

Tahun baru bukan cuma pergantian kalender. Tahun baru adalah kecerahan, kemuraman, kekhawatiran, harapan, dan juga keceriaan. Tapi setiap pergantian tahun selalu saja ada cerita. Paling tidak ada refleksi yang dikonstruksikan, tepatnya diungkapkan secara perorangan tentang dirinya: karir, usia, atau juga keberadaannya sebagai bagian dari alam, dan juga makhluk sosial. Refleksi menjadi penting sebagai cermin diri, dengan konklusi bahwa setiap tahun berganti, itu bukan bermakna umur bertambah, tetapi justru berkurang.

Sesuatu akan terasa sangat berharga, ketika sesuatu yang berharga itu pergi meninggalkan dirimu

1. Kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.



2. Ingat : "siapa" yang kalian miliki itu lbh berharga dari pada "apa" yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.



3. Jangan bodoh dgn cemburu dan membandingkan yang dimiliki org lain. Melainkan Bersyukurlah dgn apa yg sdh kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yg kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kalian akan menjadi manusia Unggul. Otomatis Rejeki yg akan mengejar kalian.



4. Ingat orang yg disebut Kaya bukanlah dia yg berhasil mengumpulkan yg paling banyak, tetapi adalah dia yg paling "sedikit" memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kpd sesamanya.

Jangan Terlalu Mudah Menyimpulkan

Suatu masa ada seorang petani miskin yang mempunyai seekor kuda yang sangat indah. Kuda putih nan gagah itu sangat menarik perhatian, hingga sang raja terpikat dan bermaksud untuk membelinya. Tapi si petani menolaknya.



Bagaimana mungkin aku bisa menjualnya ? kuda ini bukan sebagai hewan piaraan bagiku. Dia lebih dari itu. Dia seperti sahabat bagiku. Bagaimanakah mungkin aku bisa menjual sahabatku ?



Begitulah, si petani tidak bersedia menjual kuda tersebut, walaupun raja sudah berkenan membayar dengan harga berapapun ! Tetangga sekitarnya sangat menyesalkan sikap petani miskin itu. Mereka berpikir bahwa dengan menjual kuda itu, petani tersebut bisa mengubah hidupnya. Dia akan bisa hidup makmur.



Para tetangga itu mengatakan kepada petani tersebut akan kemungkinan menerima musibah atau kutukan akibat menolak rejeki yang sedemikian besar.



Dan beberapa hari kemudian, kuda putih itu tidak ada di kandangnya. Para tetangga si petani miskin sudah berkusak - kusuk. Mereka menyalahkan petani miskin itu yang tidak mau menjual kudanya selagi bisa. Bagaimana mungkin petani miskin itu bisa menjaga barang yang sedemikian berharga ?



Mereka mendatangi petani miskin itu dan mengatakan bahwa dia telah terkena kutukan dengan adanya musibah itu. Dengan menghela nafas agak panjang, si petani menjawab “Kalian jangan terlalu cepat menyimpulkan ! Anggaplah bahwa kudaku itu keluar dari kandangnya. Itu saja ! Jangan engkau memvonis apakah ini sebuah musibah atau malah berkah bagi saya” . Sudahlah !



Para tetangga itupun bersungut - sungut.



Dan setengah bulan kemudian, tiba - tiba kuda itu muncul. Malah dengan membawa sekitar 15 ekor temannya. kuda - kuda itu kemudian dilatih dan setelah jinak kemudian dijual oleh petani tersebut hingga petani tersebut bisa hidup cukup.



Para tetangga itupun menemui petani dan mengakui kesalahan mereka. Mereka mengatakan bahwa memang hilangnya kuda putih setengah bulan lalu adalah sebuah berkah. Si Petani kemudian berkata “ Sudahlah jangan terlalu cepat menyimpulkan. Anggaplah bahwa kuda putih telah kembali dengan membawa teman-temannya. Itu saja ! Jangan engkau memvonis apakah ini sebuah musibah atau malah berkah bagi saya.” Sudahlah !



Para tetangga kembali ke rumah masing - masing sambil tetap berpendapat bahwa petani itu begitu beruntung telah mendapatkan berkah atas kembalinya kuda putih.



Si Petani ini mempunyai seorang putra yang berusia muda. Dia membantu ayahnya untuk menjinakkan kuda - kuda liar dari sisa kuda yang ada. Dan suatu saat, dia terjatuh ketika berusaha menjinakkan seekor kuda. Kakinya patah.



Para tetangga-pun kembali berdatangan dan membenarkan apa yang dikatakan oleh si petani. Mereka akhirnya mengakui bahwa kembalinya kuda-kuda itu bukan berarti berkah. Namun si petani berkata “ Mengapa kalian begitu bebal ? jangan terlalu cepat menyimpulkan ! Baiklah anggap saja bahwa putraku telah jatuh dan kakinya patah.Itu saja ! Jangan engkau memvonis apakah ini sebuah musibah atau malah berkah bagi saya.” Sudahlah !



Para tetangga kembali ke rumah masing - masing sambil tetap berpendapat bahwa petani itu mendapat musibah dengan patahnya kaki putranya.



Tidak lama kemudian, Raja mengumumkan wajib militer bagi semua rakyatnya dari kalangan muda untuk bersiap menghadapi perang. Semua pemuda di desa itu berangkat ke medan laga, kecuali anak petani yang masih patah kakinya. Tidak lama kemudian tersiar kabar bahwa hampir semua pemuda dari tersebut telah gugur di medan juang.



Sambil menangis terisak - isak, para tetangga yang kebetulan kehilangan putranya mendatangi si petani dan mengakui kesalahan mereka. Mereka mengakui bahwa patahnya kaki putra petani itu bukanlah sebuah bencana. Si petani kembali berkata : “Ah, percuma saya bicara dengan kalian. Bagaimana kalian bisa tetap menyimpulkan ? Sudah saya katakan bahwa jangan terlalu berani memvonis. Anggap saja bahwa apa yang diberikan kepadamu adalah apa yang kamu butuhkan.”



Hidup kita ini bagaikan lembaran-lembaran buku yang telah ditulis-Nya. Dibalik lembar musibah bisa jadi tersimpan berkah yang tiada tara dan sebaliknya. Ketika saat tertimpa musibah, bersabarlah dan berharap bahwa lembar selanjutnya adalah lembar anugerah.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi [pula] kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS 2:216)



"Belajar dan berusaha menghadapi setiap masalah yang muncul agar berhasil sampai ke tempat tujuan”

Suatu hari di dalam kelas sebuah sekolah, di tengah-tengah pelajaran, pak guru memberi sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya : Anak-anak, jika suatu hari kita berjalan-jalan di suatu tempat, di depan kita terbentang sebuah sungai kecil, walaupun tidak telalu lebar tetapi airnya sangat keruh sehingga tidak diketahui berapa dalam sungai tersebut. Sedangkan satu-satunya jembatan yang ada untuk menyeberangi sungai, tampak di kejauhan berjarak kira-kira setengah kilometer dari tempat kita berdiri.



Pertanyaan saya adalah, apa yang akan kalian perbuat untuk menyeberangi sungai tersebut dengan cepat dan selamat? Pikirkan baik-baik, jangan sembarangan menjawab. Jawablah dengan memberi alasan kenapa kalian memilih jalan itu. Tuliskan jawaban kalian di selembar kertas. Kita akan diskusikan setelah ini.



Seisi kelas segera ramai, masing-masing anak memberi jawaban yang beragam. Setelah beberapa saat menunggu murid-murid menjawab di kertas, pak guru segera mengumpulkan kertas dan mulailah acara diskusi. Ada sekelompok anak pemberani yang menjawab: kumpulkan tenaga dan keberanian, ambil ancang-ancang dan lompat ke seberang sungai. Ada yang menjawab, kami akan langsung terjun ke sungai dan berenang sampai ke seberang.



Kelompok yang lain menjawab : Kami akan mencari sebatang tongkat panjang untuk membantu menyeberang dengan tenaga lontaran dari tongkat tersebut. Dan ada pula yang menjawab : Saya akan berlari secepatnya ke jembatan dan menyeberangi sungai, walaupun agak lama karena jarak yang cukup jauh, tetapi lari dan menyeberang melalui jembatan adalah yang paling aman.



Setelah mendengar semua jawaban anak-anak, pak guru berkata, ”Bagus sekali jawaban kalian. Yang menjawab melompat ke seberang, berarti kalian mempunyai semangat berani mencoba. Yang menjawab turun ke air berarti kalian mengutamakan praktek. Yang memakai tongkat berarti kalian pintar memakai unsur dari luar untuk sampai ke tujuan. Sedangkan yang berlari ke jembatan untuk menyeberang berarti kalian lebih mengutamakan keamanan. Bapak senang kalian memiliki alasan atas jawaban itu. Semua jalan yang kalian tempuh adalah positif dan baik selama kalian tahu tujuan yang hendak dicapai. Asalkan kalian mau berusaha dengan keras, tahu target yang hendak dicapai, tidak akan lari gunung di kejar, pasti tujuan kalian akan tercapai. Pesan bapak, mulai dari sekarang dan sampai kapanpun, Kalian harus lebih rajin belajar dan berusaha menghadapi setiap masalah yang muncul agar berhasil sampai ke tempat tujuan”.





yang menarik menurut saya justru..

sikap pak guru yang tidak menyalahkan siapapun dan mengambil sisi positif dari setiap jawaban muridnya..

CINTA SEORANG IBU

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua

dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.



Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya

mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu

ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang

malang. Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan:



'Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa

lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku

mati.'



Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya,

sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang

dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa,

namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk

diadili dan dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman itu diumumkan ke

seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa

dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.



Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu. Dia menangis meratapi anak

yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan, 'Tuhan ampuni anak

hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosanya.'



Dengan tertatih-tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya

dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anaknya harus menjalani

hukuman.. Dengan hati hancur, ibu itu kembali ke rumah. Tak hentinya dia

berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena

kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.



Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat ber-bondong2

menyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya

dan anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya

yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.



Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan

tiba, lonceng belum juga berdentang. Sudah lewat lima menit dan suasana

mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng

datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali

lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.



Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir

darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat.

Dengan jantung ber-debar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang

naik ke atas menyelidiki sumber darah.



Tahukah anda apa yang terjadi?



Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur

berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan

lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur

di dinding lonceng.



Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air

mata. Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah

diturunkan, menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.



Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan

mengikat dirinya di lonceng, memeluk bandul dalam lonceng untuk

menghindari hukuman pancung anaknya.



Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya. Betapapun jahat

si anak, ibu akan tetap mengasihi sepenuh hidupnya.



Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih

mampu, karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini.



Sesuatu untuk dijadikan renungan untuk kita... agar kita selalu mencintai

sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun.



There is a story living in us, that speaks of our place in the world. It

is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves.



Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan.



Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang

abadi.



Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.



Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksana.



Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa

yang diberikan Tuhan.



Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.



Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.



Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti.



Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.



Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci untuk menuju Surga.



Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar

kembali. .

BIJI MOTIVASI

Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.

***



Teman, memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.

Sahabat, tiap pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. Namun jangan sampai ketakutan, keraguan dan kebimbangan, menghentikan langkah kita.

Pesan dalam cerota di atas “Bukalah setiap pintu kesempatan yang datang mengetuk, sebab, siapa tahu, pintu itu tak mengetuk dua kali.”